Film Genre Dangdut Siap Digarap

This item was filled under [ News ]

Era 70-80 an, film dengan latar musik dangdut cukup populer. Nah, seakan ingin mengulang kejayaan termasuk menggaungkan kembali musik dangdut, Rumah Kreatif 23 Film hendak membuat sebuah film bertajuk Dawai Asmara..

“Dengan mengusung musik dangdut, kami ingin memberikan warna yang berbeda pada industri film tanah air,” kata Erna Pelita selaku produser dalam jumpa persnya di Hard Rock Cafe, Jakarta, Senin (8/2).

“Lewat film ini pula kami ingin menyebarkan virus positif untuk mencintai musik dangdut sehingga genre musik ini tidak pudar dan terus bertahan,” Erna menambahkan.

Menggandeng Raja Dangdut Indonesia, Rhoma Irama serta putranya Ridho Irama dan Sonet 2, tema yang diangkat film ini sangat sederhana, yakni keseharian di masyarakat.

“Walau sederhana tapi bukan berarti kualitasnya buruk, karena film ini akan dikemas dalam balutan sinemagrafi yang menarik dengan menampilkan beberapa adegan seperti keluarga, humor, perkelahian dan percintaan,” imbuh Erna.

Inti ceritanya sendiri nanti akan seputar perjalanan Ridho bersama Sonet 2 band.

Bakal didukung oleh Delon, hingga kini pemeran utama wanita masih dalam proses pencarian.

Jika tak ada aral melintang, film Dawai Asmara akan dirilis pada bulan Juli 2010 nanti.

Harapannya, tentu saja semoga masyarakat yang mencintai dangdut tak malu untuk datang ke bioskop dan menyaksikan filmnya.

“Selama ini ada penggemar dangdut yang tersembunyi, malu-malu. Dengan adanya film ini, semoga orang tidak malu untuk datang menonton film ini,

Air Terjun Pengantin, Akhir Sebuah Liburan

This item was filled under [ News ]

Air Terjun Pengantin – Sebuah liburan ke sebuah pulau berakhir dengan teror pembunuhan. Satu per satu korban berjatuhan dan yang tersisa harus bertahan hidup. “Kita harus kuat,” begitu kalimat penutup film.

Air terjun pengantinSutradara muda Rizal Mantovani, kembali menghadirkan film horor bergenre ’slasher’, bertajuk “Air Terjun Pengantin”. Dari segi gambar dan kecekaman, Rizal cukup baik memaparkannya. Walau, kekejaman sang pembunuh seakan kurang kuat, begitu pula dengan jalan ceritanya.

Tiara (Tamara Blezynski) bersama kekasihnya, Lilo (Kieran Shindu) mengajak keponakannya Mandy, bersama teman-temannya untuk berlibur ke pulau pengantin. Konon setiap keinginan yang diucapkan di bawah air terjun akan terwujud.

Mulanya memang tak ada yang aneh, keindahan air terjun membuai mereka. Masing-masing melontarkan keinginannya.

Tapi, air terjun pengantin menyimpan misteri. Setiap pijakan kaki mereka di dasar air terjun adalah tulang belulang manusia, sementara sepasang mata dibalik topeng tengkorak mancung, terus mengintai gerak-gerik mereka.

Siapa pria dibalik topeng tersebut? Mengapa pula dia harus membantai korbannya secara sadis? Silakan Anda cari tahu sendiri.

Bersetting sebuah pulau, memang ada beberapa adegan seksi dimana para pendukung film wanita tampil dengan bikini. Namun begitu, itu hanyalah bagian dari isi film. Pengambilan gambar pertama tokoh Tiara pun juga diperlihatkan seksi di dalam kamar.

Di pembuka film, penonton diajak untuk tahu bahwa hingga kini ada sekitar 18.000 dukun hitam yang masih membuka prakteknya di nusantara. Apa kaitannya? Akan lebih afdol jika Anda sendiri yang mencari tahu keseluruhan isi film.

Yang patut disayangkan, kendati sisi gambar kualitas Rizal tak perlu diragukan lagi, tapi dari segi akting masih terasa kurang. Kekecaman, ketakutan atau cara bertahan hidup kurang total, seakan-akan hanya teriakan biasa saja. Belum lagi detil masing-masing karakter tidak dijabarkan dengan baik.

Akting Tamara Blezynski dan Tyas Mirasih boleh dikatakan baik, meski tidak sempurna 100 persen. Paling tidak, penonton memang sedikit terhibur dengan adegan para wanita bermain air di tepi pantai dengan berbikini ria.

Majalah Inggris: 80 Persen Korban Tewas di Darfur Karena Penyakit, Bukan Kekerasan

This item was filled under [ News ]

Sedikitnya 80 persen korban tewas dalam konflik di Darfur disebabkan penyakit dan bukan karena aksi kekerasan, kata hasil sebuah studi baru.

Kata laporan PBB sebelum ini, 300,000 orang tewas di Darfur sejak perang antara pemberontak dan pasukan pemerintah Sudan tahun 2003. Tapi studi yang diterbitkan oleh majalah kedokteran Inggris Lancet mengatakan, penyakit adalah penyebab kematian yang utama tahun 2004, dan sejak tahun 2005, penyakit merupakan penyebab sebagian besar kematian.

Kata Lancet, kira-kira 2,7 juta pengungsi karena perang itu, mudah terkena penyakit diare, pneumonia, malaria dan penyakit menular lainnya.

Aksi kekerasan di Darfur telah mereda, tapi kawasan itu masih sering dilanda aksi-aksi kejahatan dan penculikan, dan kebanyakan kelompok pemberontak belum mencapai perjanjian damai dengan pemerintah.

Perundingan damai baru antara kelompok pemberontak utama dan pemerintah Sudan akan diadakan hari Minggu di Doha, Qatar.

Pages: Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ...60 61 62 Next
Page 8 of 62« First...789102030...Last »