Belajar Kehidupan Dari Empat Kisah Binatang Ini


Tak ada yang sia-sia dalam hidup ini. Termasuk maksud Sang Pencipta dalam menciptakan semua makhluknya. Tak terkecuali binatang. Dari makhluk inilah, sesungguhnya kita dapat memetik pelajaran.

Seperti halnya pembelajaran tentang burung yang pergi mencari makan dengan perut kosong dan pulang sewaktu perut kenyang. Tentu, perilaku burung ini senantiasa mengajarkan agar manusia harus selalu berusaha. Sebab rezeki itu akan datang jika kita berusaha. Berikut beberapa kisah dari binatang yang bisa mengilhami banyak orang.

1. Burung Buta dan Kepiting

Saat mendengar salah seorang kerabatnya meninggal di Khurasan, Ibrahim bin Adham mengajak temannya untuk segera menempuh perjalanan menuju tempat kerabatnya tersebut. Apalagi, sang kerabat adalah seorang hartawan dan meninggalkan harta warisan yang sangat besar.

Pagi saat menyusuri pantai, ia berwudhu’ dan beristirahat untuk sekedar makan. Tiba-tiba ia melihat seekor burung buta hinggap di perairan pantai yang dangkal. Tak berlama-lama, air di sekitar burung tersebut bergerak. Muncul seekor kepiting membawa makanan di penjepitnya.

Menyadari kedatangan kepiting, burung tersebut membuka paruhnya, lalu si kepiting melemparkan makanan tersebut ke mulut burung. Melihat kejadian ini, Ibrahim memanggil kawannya.

“Lihatlah! Burung ini telah diberi pelayan seekor kepiting oleh Allah. Sedangkan kita menempuh perjalanan yang sangat jauh hanya demi mencari warisan. Mari kita kembali saja,” ujarnya mantap.

2. Solidaritas Kucing

Seorang pakar dan ahli tata bahasa Arab di Mesir, yang bernama Syekh Abdul Hasan Al-Mishri, telah bekerja sebagai editor di pemerintah setempat. Konon, ia telah digaji sebesar 50 dirham pada masanya.

Namun, pada usianya yang sudah senja, ia memundurkan diri dan memilih hidup zuhud. Hal ini bermula saat kebiasaannya setiap pagi dalam memberi makan seekor kucing. Usai memberi lauk pauk, kucing tersebut tak pernah langsung memakannya. Melainkan membawa lauk tadi.

Penasaran dengan kebiasaan kucing ini, keesokannya ia memberi lauk seperti biasa. Hanya saja, ia menguntit kemana kucing itu pergi. Ternyata, makanan itu dibawa ke sebuah gubuk yang amat gelap. Ternyata, di sana terdapat seekor kucing buta dan makanan tersebut diletakkan di depan kucing buta tadi. Dari itulah, dia mendapatkan makanan sehari-hari.

Melihat peristiwa inilah, Syekh Abdul Hasan memutuskan untuk hidup zuhud sampai akhir hayatnya.

3. Kumbang

Suatu hari, ada seseorang yang melihat seekor kumbang. Ia lantas berseru, “Untuk apa Allah menciptakan hewan buruk ini? Bentuknya buruk, baunya juga tidak enak.”

Beberapa lama kemudian, orang tersebut jatuh sakit. Ia mendapati salah satu bagian tubuhnya luka dan bernanah. Sudah sekian banyak tabib yang didatangi, tapi tak ada yang berhasil menyembuhkan. Hingga suatu hari, ada tabib keliling yang berteriak menawarkan jasanya.

Orang tersebut menyuruh keluarganya untuk memanggil sang tabib. Awalnya, keluarga tak mau memanggil sebab tabib terkenal saja tak bisa menyembuhkan. Namun, orang tersebut bersikukuh meminta tabib tersebut dipanggil.

Akhirnya, tabib tersebut dipanggil. Usai memeriksa lukanya, sang tabib meminta untuk dicarikan kumbang. Kontan, permintaan aneh ini ditertawakan banyak orang. Lagi-lagi, si pasien tetap bersikukuh untuk menuruti apa yang diminta tabib. Barulah saat kumbang berhasil didapat, sang tabib membakar hewan ini dan mengusapi luka pasien dengan abu kumbang.

Tak lama setelah itu, luka tersebut tak lagi menganga. Justru kering. Akhirnya, si pasien sadar bahwasannya tak ada yang sia-sia di balik Tuhan menciptakan alam semesta beserta isi-isinya.

4. Menyusu ke Anjing

Di suatu desa, terdapat suatu wabah Tha’un yang membuat seluruh warga meninggalkan desanya. Mereka mengungsi sebab wabah ini sangat mengerikan. Mampu menyerang semua kalangan, dari bayi hingga yang lanjut usia. Dan sudah banyak yang meninggal.

Setelah sekian lamanya, wabah Tha’un ini akhirnya lenyap. Orang-orang kembali ke desa. Mereka memasuki rumah yang sudah lama ditinggali. Termasuk sebuah rumah dimana seluruh anggota keluarganya dimakan Tha’un. Akhirnya, familinya tersebut mengunjungi rumah ini.

Betapa terkejutnya orang ini, melihat seorang bayi yang masih hidup sedang yang lain tinggal tulang belulang. Ia melihat bayi ini merangkak dan bermain-main dengan anak anjing yang dulu menjadi hewan peliharaan keluarga tersebut. Saat sang bayi melihat induk anjing, ia merangkak mendekat. Lalu anjing tersebut memberikan susunya untuk diteteki si bayi. Dari sanalah bayi ini mendapatkan makanan.

Benar-benar terbukti ucapan orang hebat masa lampau, jikalau anjing adalah binatang yang sangat setia dan baik kepada majikannya.

What's Your Reaction?

Keren Keren
0
Keren
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Unik Unik
0
Unik
Suka Suka
0
Suka
Biasa aja Biasa aja
1
Biasa aja
Angry Angry
0
Angry
hate hate
0
hate
Ardani HK

Sedang berkeinginan menjadi penggiat literasi

More From: artikel

DON'T MISS