Kekuatan Berbagi: Menuju Bahagia


Kita sering berbicara tentang kebahagiaan yang masih banyak orang menganggap berasal dari kekayaan melimpah, pasangan cantik/tampan dan setia, anak-anak yang sehat dan cerdas, karir yang menanjak hingga ketenaran. Sayangnya tolak ukur yang demikian masih belum benar-benar memuaskan manusia, dengan kata lain bahwa apa yang dimiliki saja masih dikeluhkan apalagi yang tidak dimiliki.

Kasus bunuh diri, depresi, broken home, serta tindakan kriminal lainnya merupakan ekspresi betapa kebahagiaan yang hakiki tidak sekedar diperoleh dari apa yang telah didapatkan, diterima dan dikehendaki. Namun, penting untuk diketahui bahwa salah satu gerbang menuju kebahagiaan yang hakiki sebagai manusia adalah memberi, berbagi, bersedekah. Karena tidak dapat dipungkiri, manusia sebagai makhluk sosial tentu membutuhkan interaksi dengan dan dari manusia lain.

Interaksi yang ditimbulkan tidak sekedar hubungan timbal-balik secara nyata yang kemudian dihitung dengan nilai materiil, akan tetapi, manusia akan memiliki perasaan, tingkat ketentraman, kedamaian, kebahagiaan dan keindahan dari berbagi kepada sesama manusia.

Banyak motivator dunia yang berbicara tentang Law of Reciprocity(LOR), dimana ada hukum timbal-balik yang menyatakan bahwa What you give is what you get. Seseorang yang menghabiskan banyak waktunya untuk diri sendiri lebih banyak mengalami tekanan daripada orang yang memberikan banyak hal kepada orang lain. Karena kodrat manusia sebagai makhluk sosial maka interaksi memberi, berbagi dan bersedekah merupakan bagian dari sebagai manusia. Namun, berbagi tidak sekedar harta atau uang lho!   

Yuk! simak tipe berbagi apa saya yang ampuh untuk mendapatkan kedamaian hati dan kebahagiaan:

1. Berbagi masalah.

Setiap orang pasti memiliki masalah dengan kapasitas yang berbeda-beda. Pada umumnya, orang yang memiliki masalah akan menceritakan permasalahannya pada orang-orang terdekat, kepercayaan bahkan psikolog. Akan tetapi, beberapa orang cenderung memendam sendiri permasalahannya karena dianggap aib dan malu untuk diceritakan.

Jika orang tersebut terus memendam masalah yang belum diselesaikannya, perlahan ia sedang membunuh dirinya. Drugs, stress, depresi, gila bahkan bunuh diri akan menjadi jalan pintas. Oleh karena itu, mulailah menceritakan permasalahan yang memang sudah tidak sanggup untuk disimpan seorang diri. Jika permasalahan itu mengandung aib, sebaiknya ceritakan kepada orang yang lebih tua, ahli atau orang terdekat yang benar-benar dipercaya.

Dengan berbagi masalah, setidaknya akan mengurangi beban rahasia yang ditanggung dan orang yang mendengarnya akan merasa dihargai keberadaannya. Ketika ada berbagi masalah, bukan berarti anda akan semakin bermasalah atau menerima masalah yang lain, tapi anda akan menemukan solusi dari orang lain atau dari perenungan diri sendiri.

2. Berbagi semangat.

Jika seseorang telah berbagi masalah kepada kita, maka kita seharusnya memberi dukungan, semangat dan nasihat-nasihat baik. Bukan malah memprovokasi bahkan semakin menambah buruk permasalahan orang tersebut. Jika kita tidak sanggup memberikan solusi, setidaknya dukungan semangat lebih melegakan dan sedikit meringankan beban orang tersebut. Saat kita memotivasi seseorang, sebenarnya kita sedang membangkitkan rasa semangat kepada diri sendiri!

Baca Juga : Agar Bersemangat Setiap Hari, Ingat 3 Hal Ini

3. Berbagi tenaga.

Jika anda tidak memiliki uang atau materi untuk membantu pembangunan panti asuhan disekitar lingkungan anda, maka boleh jadi tenaga anda dapat dikontribusikan. Entah menjadi relawan penggalang dana, panitia pelaksana maupun pengurus panti asuhan. Karena keberadaan sumber daya manusia sama pentingnya dengan anggaran dana yang dikeluarkan, karena manusia sebagai eksekutornya.

Jika kita berbagi tenaga, maka kelak kita akan diberi tenaga/pertolongan oleh orang lain disaat masa-masa sulit. Selain itu, rasa lelah fisik yang ditimbulkan dari kegiatan positif akan melancarkan peredaran darah dan meningkatkan perasaan bahagia.

4. Berbagi Harta/ sedekah.

Banyak orang berpendapat bahwa berbagi harta atau bersedekah harus menunggu mapan, kaya, sejahtera. Padahal, banyak orang miskin dan serba kekurangan namun mereka tetap bersedekah kepada orang lain dan hal itu tidak akan membuatnya semakin miskin secara materi, tapi juga kelapangan hati yang menuntunnya pada perasaan damai dan bersyukur dengan apa yang telah dimiliki dan mampu untuk bisa memberi.

Bill Gates merupakan konglomerat yang gemar mendonasikan uang dan royaltinya untuk kegiatan sosial dengan nilai tak sedikit. Yang terjadi ialah, ia tidak pernah menjadi miskin meski kekayaannya sering disumbangkan dan itu semakin membuatnya kaya. Dalam ajaran agama, bersedekah sama halnya dengan memancing rezeki yang lebih besar. So, jangan ragu untuk sedekah, sedekah, sedekah!

5. Berbagi ilmu.

Orang-orang kreatif dan ilmuwan serta profesor mereka begitu diapresiasi, dibayar mahal karena ilmu yang dimiliki menghasilkan ide-ide cemerlang yang memberikan manfaat kepada banyak umat untuk waktu cukup lama. Tapi, tidak semua orang mau membagikan pengetahuan, tips dan trik untuk melakukan sesuatu.

Pepatah mengatakan bahwa ilmu yang dibagikan tidak akan habis dan akan terus bertambah luas dan terasah dengan baik. Jika ilmu disimpan untuk seorang diri, maka kita akan berhenti belajar dan stagnan pada ilmu itu saja. Padahal, ketika kita berbagi ilmu, kita akan mereview ulang ilmu-ilmu tersebut dan menambahkannya dengan referensi yang lain. Ingatlah, orang yang mengajar tidak pernah berhenti belajar!

Nah, itulah kekuatan dari berbagi atau bersedekah agar menemukan kebahagiaan dan manfaat hidup sebagai manusia, agar hidup ini lebih berarti!

What's Your Reaction?

Keren Keren
0
Keren
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Unik Unik
0
Unik
Suka Suka
0
Suka
Biasa aja Biasa aja
0
Biasa aja
Angry Angry
0
Angry
hate hate
0
hate

You may also like

More From: Motivasi

DON'T MISS